Ketahui 8 Manfaat Energi Air yang Jarang Diketahui

aisyah


pengertian energi air dan manfaatnya

Energi air atau yang biasa disebut dengan tenaga air atau listrik tenaga air adalah energi yang diperoleh dari gerakan air. Energi ini dapat dihasilkan dari aliran sungai yang deras, air terjun, atau pasang surut air laut. Energi air dimanfaatkan sebagai sumber listrik dengan membangun bendungan atau pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu, energi air juga dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah, menggerakkan kincir air, dan rekreasi.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Siti Sundari, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan bahwa energi air sangat bermanfaat bagi kesehatan. “Energi air dapat membantu melancarkan pencernaan, membuang racun dari dalam tubuh, dan meningkatkan metabolisme,” ujarnya.

Menurut dr. Siti, energi air mengandung berbagai macam mineral penting, seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Mineral-mineral ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan jantung.

Selain itu, energi air juga mengandung antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Antioksidan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mencegah penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

Dr. Siti merekomendasikan untuk minum energi air sebanyak 8 gelas per hari. “Energi air dapat diminum kapan saja, tetapi sebaiknya diminum sebelum makan atau saat berolahraga,” sarannya.

1. Sumber energi terbarukan

Energi air termasuk dalam kategori sumber energi terbarukan karena berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami. Tidak seperti bahan bakar fosil yang jumlahnya terbatas dan tidak dapat diperbarui dalam waktu singkat, energi air dapat terus dimanfaatkan selama air masih mengalir di sungai, danau, atau laut.

2. Ramah lingkungan

Energi air ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tidak membakar bahan bakar fosil seperti batu bara atau gas alam, sehingga tidak menghasilkan polusi udara. Selain itu, PLTA juga tidak menghasilkan limbah berbahaya yang dapat mencemari lingkungan.

3. Dapat diandalkan

Energi air merupakan sumber energi yang dapat diandalkan karena dapat tersedia sepanjang tahun, tidak seperti sumber energi terbarukan lainnya seperti tenaga surya atau tenaga angin yang bergantung pada cuaca. PLTA dapat beroperasi secara terus-menerus selama ada aliran air yang cukup, sehingga dapat menjadi sumber listrik yang stabil dan dapat diandalkan.

4. Biaya operasional rendah

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memiliki biaya operasional yang rendah karena tidak memerlukan bahan bakar. Setelah dibangun, PLTA dapat beroperasi selama bertahun-tahun dengan biaya perawatan yang relatif rendah. Hal ini membuat energi air menjadi sumber energi yang sangat kompetitif, terutama untuk pembangkit listrik berskala besar.

5. Menciptakan lapangan kerja

Pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga air (PLTA) membutuhkan banyak tenaga kerja, baik selama tahap konstruksi maupun operasional. Lapangan kerja yang diciptakan meliputi pekerjaan di bidang teknik sipil, teknik mesin, teknik listrik, dan lingkungan. Selain itu, PLTA juga dapat menciptakan lapangan kerja tidak langsung di sektor-sektor terkait, seperti transportasi, pariwisata, dan jasa.

6. Meningkatkan pariwisata

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dapat meningkatkan pariwisata di suatu daerah. Waduk atau danau buatan yang terbentuk sebagai bagian dari PLTA seringkali menjadi tujuan wisata yang populer, terutama untuk rekreasi air seperti memancing, berperahu, dan berenang. Selain itu, keberadaan PLTA dapat menarik wisatawan yang tertarik dengan teknologi dan infrastruktur teknik sipil.

7. Mengurangi emisi gas rumah kaca

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Hal ini karena PLTA tidak membakar bahan bakar fosil seperti batu bara atau gas alam, melainkan memanfaatkan energi dari aliran air. Dengan beralih ke energi air, kita dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca secara global.

8. Membantu irigasi pertanian

Energi air sangat bermanfaat untuk irigasi pertanian. Air yang dialirkan dari sungai, danau, atau waduk dapat digunakan untuk mengairi sawah, perkebunan, dan lahan pertanian lainnya. Irigasi yang baik dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko gagal panen, sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru