Baitul Arqam Dosen & Karyawan "Merajut Kebersamaan Menuju STIKES Muhammadiyah Klaten Yang Berkemajuan"
In House Training "Metode Pembelajaran Klinik Preceptorship Pendidikan Profesi Ners"
Darul Arqam Paripurna "Membentuk Karakter Tenaga Kesehatan Muhammadiyah Yang Berkemajuan"
Kuliah Umum "Milenial Anti Hoax"

Jumlah Pengunjung  

Hari ini90
Kemarin289
Minggu ini1581
Bulan ini4075
Total139688
   

Kalender Akademik 2018/2019  

   

Profil STIKES Muhammadiyah Klaten  

 
   

Sertifikat Akreditasi  

   

Jadwal Perkuliahan  

   

Link Terkait  

   

Portal Kepegawaian  

   

Seminar Nasional Mahasiswa Profesi Ners Angkatan 13

Detail

Program Pendidikan Profesi Ners Alih Jalur STIKES Muhammadiyah sebagai bagian dari akademisi dalam Pentahelix mengadakan Seminar Keperawatan dengan tema “Disaster Future Trend and Implication In Health” pada tanggal 1 Februari 2020 di Aula Kampus STIKES Muhammadiyah Klaten.

Ketua Panitia Seminar, Amirudin, S.Kep.Ns., memberikan gambaran mengapa seminar ini penting bagi para mahasiswa/i, hal ini sejalan dengan melebihinya kuota peserta (400 orang) yang disediakan oleh panitia, apalagi dengan kehadiran semua mahasiswa/i Program Profesi Ners Angkatan XIII. Amirudin menjelaskan mengapa seminar ini penting, salah satunya karena berbagai macam penyakit dewasa ini sangat cepat berkembang. Satu virus sudah ada anti-nya, muncul virus sejenis dengan lebih dahsyat. Hal tersebut pun diamini oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Klaten, Sri Sat Titi Hamranani, S.Kep.Ns., M.Kep., yang turut hadir. Titi pun sangat berterima kasih, bahwa BNPB, Akademisi, dan Praktisi dapat hadir dalam seminar ini, untuk memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa/i. Ini adalah wujud sinergi pentahelix, yang didalamnya terdapat Pemerintah, Akademisi dan Praktisi. 

 

Hadir sebagai narasumber yaitu Akademisi STIKES Muhammadiyah Klaten, Fitri Suciana, S.Kep., Ns., M.Kep., yang membahas tentang Manajemen Rawat Luka Pada Bencana dan Cahyo Pramono S.Kep., Ns., M.Kep., dengan presentasinya tentang Trauma, Spirituality and Recovery Toward a Spiritualily Integrated serta praktisi dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Latief Widodo, S.Kep., Ns., dengan presentasi tentang Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit.

Direktur Kesiapsiagaan, Johny Sumbung, S.K.M., M.Kes., yang berkesempatan mewakili BNPB sebagai Keynote Speech menitikberatkan mengenai hubungan bencana dengan kesehatan. Seperti kita semua tahu bahwa bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik karena faktor alam, non alam/manusia sehingga menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Johny mengutip data yang dikeluarkan Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, bahwa sejak tanggal 1-29 Januari 2020, total bencana yang terjadi di Indonesia sebanyak 286 bencana.

Isu yang saat ini menimbulkan kehebohan yang luar biasa adalah virus corona tipe baru atau disebut Ncov. Apalagi dengan WHO yang sudah memberikan statement bahwa Ncov merupakan masalah dunia, maka Indonesia yang mempunyai hubungan dengan daerah Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok asal dari virus tersebut, wajib meningkatkan kewaspadaan. Apakah STIKES Muhammadiyah sudah melakukannya, tanya Johny, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Titi, Ketua STIKES Muhammadiyah Klaten.

Dampak buruk kesehatan yang bersumber dari pencemaran lingkungan oleh pabrik pun sangat menarik untuk  diperhatikan, apalagi dengan banyaknya kasus seperti gatal-gatal, keracunan akibat air tanah, pencemaran sungai, dll. Kerjasama antara STIKES Muhammadiyah Klaten dengan pemerintah diharapkan sejalan dengan UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yaitu berperan serta secara aktif dari unsur akademisi pinta Johny.

Johny Sumbung mengingatkan bahwa dalam penanggulangan bencana ada siklus yang berputar terus menerus yaitu mulai dari Pra, Saat dan Paska Bencana. STIKES Muhammadiyah Klaten dapat berperan dalam ketiga siklus tersebut. Apalagi terdapat ± 53.000 desa/kelurahan di Indonesia berada di daerah rawan bencana. Sekitar 204 juta jiwa masyarakat dapat terpapar ancaman bencana yang salah satunya mungkin terdapat di sekitar kampus STIKES, yang jika terjadi bencana disuatu wilayah, pasti akan berhubungan dengan kesehatan juga.

Kesiapsiagaan yang terdapat dalam siklus Pra Bencana, jika dihubungkan dengan STIKES bisa berupa pemberian materi kesiapsiagaan seperti membuat rencana kontigensi, pelatihan kesehatan dalam keadaan darurat, membuat rambu-rambu / papan peringatan / informasi bencana, pelatihan penyelamatan dan evakuasi pada saat darurat, pemenuhan gizi dan klinik kesehatan darurat.

Sebagai penutup, dalam tanya jawab antara Johny dan mahasiswa/i bahwa kampus STIKES Muhammadiyah Klaten  dapat berfungsi sebagai Pusat Penelitian Teknologi Terapan (Kesehatan), Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kebencanaan serta melakukan KKN Tematik Kebencanaan di desa-desa atau keluarga yang di BNPB programnya bernama Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) dan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA/KELTANA). Hal ini langsung dijawab oleh Titi dan Amirudin bahwa kampus sudah bekerjasama dalam KKN Tematik DESTANA dengan pendampingan dari BPBD Klaten. Permintaan narasumber dari BNPB pusat dalam pembekalan KKN Tematik DESTANA dan KATANA akan didisposisi kepada BPBD setempat sebagai kepanjangan tangan BNPB sesuai UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

   
© 2013 | stikesmukla.ac.id