KUNJUNGAN LAPANGAN FARMASI BAHAN ALAMI DI BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL (B2P2OOT)

Detail
Kategori: Uncategorised
Diterbitkan pada Jumat, 12 April 2019 03:52
Ditulis oleh wiki
Dilihat: 436
Hari/tanggal: Selasa, 19 Maret 2019
Pukul  : 05.30 WIB – selesai
Tempat : B2P2TOOT, Tawangmangu. Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal. Indonesia juga memiliki obat tradisional yang secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang kita yaitu Jamu.Obat herbal dianggap dan diharapkan berperan dalam usaha-usaha pencegahan  dan pengobatan penyakit, serta peningkatan taraf kesehatan masyarakat disamping tujuan yang lain.
Oleh karena itu sebagai mahasiswa DIII Farmasi diharapakan dapat  mengetahui tanaman apa saja yang mempunyai khasiat dan mengetahui cara mengekstraksi tanaman obat menjadi bubuk ekstrak yang dapat digunakan untuk ramuan obat herbal, kosmetik atau makanan minuman. Kunjungan lapangan ke Balai Besar Tanaman Obat Dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) merupakan salah satu cara untuk lebih  mengenal, mengetahui dan menambah pengetahuan akan keanekaragaman tanaman obat yang bisa hidup di Indonesia. Melihat secara langsung bagaimana tanaman obat tersebut tumbuh, bagian mana dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat serta cara penggunaan tanaman sebagai obat atau proses pembuatan obat herbal sampai siap diberikan kepada pasien untuk dikonsumsi dan mengetahui cara mengekstraksi beserta peralatan skala industri.
Sedikit gambaran dari B2P2TOOT (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisonal) merupakan sebuah institusi yang bergerak dalam bidang penelitian serta pengembangan ilmu kesehatan khususnya mengenai herbal. Selain itu B2P2TOOT tidak hanya memiliki kebun tanaman obat tapi juga laboratorium untuk penelitian bahkan klinik Hortus Medicus dengan jumlah pasien rata – rata 30 – 50 pasien jadi bisa dikatakan cukup lengkap.